Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian dan makna hari raya siwaratri dalam agama Hindu

Hari Siwa Ratri
Siwa Ratri berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari kata "Siwa" dan "Ratri"  kata Siwa berarti dewa Siwa,baik hati,maha lembut, penuh kasih sayang sedangkan Ratri artinya kegelapan maka Siwa Ratri adalah pembebasan atau pencerahan menuju jalan yang terang.
Hari raya Siwa Ratri terjadi setiap satu(1) tahun sekali berdasarkan kalender Osaka yaitu pada Purwaning Tilem atau Pengelong ping 14 sasih kepitu sebelum bulan mati dalam kalender Masehi setiap bulan Januari.

Cerita Hari Raya Siwa Ratri Yang Berhubungan Dengan Kitab Lubdaka
Cerita hari raya Siwa Ratri dimulai dari kisah lubdaka,Ini dimulai dari dikisahkan ada seorang pemburu yang tinggal di sebuah desa yang bernama Lubdaka,dia memiliki pekerjaan berburu ke hutan untuk mencari hewan untuk dijadikan makanannya sehari-hari, kadang ia mendapat buruan kadang juga tidak.

Pada suatu hari ia pergi berburu ke dalam hutan,namun tak satupun hewan buruan yang didapatkanya dan ia terus mencari sampai ke dalam hutan namun hari sudah semakin malam dan lubdaka tidak sadar bahwa dia sudah jauh masuk ke dalam hutan, lubdaka pun bingung mau mencari tempat tidur dimana.

Di saat itupun ia merasa lapar dan haus karena tidak makan dari kemarin.lalu dengan rasa putus asa ia mencari sumber mata air,lalu di tengah hutan dia menemukan sebuah telaga yang jernih dan di tengah tengah telaga tersebut terdapat bunga teratai.

Lalu karena saking hausnya ia pun menuju ke telaga tersebut untuk mengambil air dan membasuh mukanya lalu kemudian lubdaka berpikir jika ia kembali sekarang hari sudah malam dan jika ia tidak kembali ia mau tidur dimana kalau ia tidur di bawah dia takut ada harimau yang memakannya lalu dia melihat pohon bila yang ada di tepi kolam tersebut dan dia memutuskan untuk tidur di atas pohon tersebut.

Namun ketika ia sudah sampai di atas pohon tersebut dia berpikir kalau ia tidur ia pasti akan jatuh maka ia bergadang dengan cara memetik daun daun bila tersebut satu persatu.
Dan Tek terasa hari sudah pagi dan ia pun pulang setelah hari itu lubdaka berhenti berburu dan mulai bercocok tanam.

Setelah tua lubdaka pun meninggal dan arwah nya dijemput oleh dewa Yama dan dewa Siwa,dewa Yama menginginkan Lubdaka untuk di bawa ke neraka karena selama hidupnya ia membunuh binatang namun dewa Siwa membantah karena selama hidupnya ia pernah melakukan upacara Siwa Ratri pada saat ia berburu di hutan pada waktu dia hidup dulu.
Dan akhirnya lubdaka pun mendapat tempat yang layak setelah dia meninggal.

Bagi kalian yang ingin belajar trading, kalian bisa megklik link Trading Binomo, kalian bisa mendapatkan akun demo 1000 dollar/ 14 Juta untuk latihan kalian dalam Trading, jadi buruan buka akun kalian dan nikmati pengalaman trading yang meyenangkan.

Makna Hari Raya Siwa Ratri
Hari raya Siwa Ratri memiliki makna bahwa kita sebagai umat Hindu wajib melakukan Siwa Ratri.

Pada saat Siwa Ratri kita harus merenung akan segala perbuatan yang pernah kita perbuat banyak Yang mengira bahwa Siwa Ratri adalah tradisi untuk menebus dosa namun itu bukanlah salah tapi istilahnya kurang tepat karena Siwa Ratri adalah malam untuk mendapatkan perlindungan dan pengampunan dari Hyang Widhi dan malam untuk merenungkan dosa dosa yang pernah kita perbuat dan akan menjadi yang lebih baik.

Salah satu pelaksanaan kegiatan Siwa Ratri di desa Apit Yeh Manggis Karangasem Bali





Hiburan dan tradisi
Hiburan dan tradisi Nama saya I Putu Agus Aryadi Pranata Putra