Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jasa jasa empu kuturan dalam perkembangan agama hindu di Bali

EMPU KUTURAN
Pada masa pemerintahan raja Marakatta Pangkaja Sthanottungga Dewa tahun 994-948 saka(1022-1026) Masehi datanglah Empu Kuturan ke Bali.


Beliau berasal dari Jawa Timur, setibanya di Bali membangun asrama di Padang Bay (Pura Silayukti) sekarang. Oleh beliau masyarakat Bali diajarkan tentang sila krama, filsafat tentang makrokosmos dan mikrokosmos, Sang Hyang Widhi, Jiwatman, Karma Phala, Wali dan Wewalen.

Beliau juga mengajarkan tentang Kusuma Dewa, Widhisastra, Sangkara Yoga dan Tata cara membangun khayangan atau bangunan suci lainya. Bangunan suci yang ada sampai saat ini dibangun menurut ajaran beliau adalah:

1. Sanggah kemulan, taksu dan tugu untuk setiap rumah tangga dalam satu pekarangan.

2. Sanggah pemerajan yang terdiri dari:
   *. Surya.
   *. Meru.
   *. Gedong.
   *. Kemulan.
   *. Taksu.
   *. Pelinggih pengayatan sad khayangan.
   *. Paibon dan yang lainnya
Untuk menyungsung lebih dari satu kepala keluarga atau pekarangan.

3. Pura Dadia, Pemaksan, Panti dan yang lainnya, yang penyungsungannya lebih dari satu paibon dan pemerajan.

4. Khayangan Tiga (Pura Puseh, Bale Agung, Dan Dalem). Sebagai tempat pemuja tri murti dibangun pada setiap desa pekraman atau adat.
Selain pembangunan tempat suci tersebut diatas, beliau juga mengajarkan tentang pembangunan khayangan jagat, seperti;

1. Pura Besakih.
2. Pura Batur.
3. Pura Uluwatu.
4. Pura Lempuyang.
5. Pura Andakasa.
6. Pura Goa Lawah.
7. Pura Pusering Tasik
    Dan yang lainnya.

Demikianlah jasa jasa empu kuturan dalam perkembangan agama Hindu di Bali, semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
Hiburan dan tradisi
Hiburan dan tradisi Nama saya I Putu Agus Aryadi Pranata Putra